Kapan Sebaiknya MPASI Mulai Diberikan ?
23 Juli 2026
Hai, Bunda!
Khususnya bagi Bunda yang baru memiliki anak pertama, penting untuk mengetahui informasi seputar pemberian MPASI (Makanan Pendamping ASI).
Pemberian MPASI merupakan salah satu periode penting dalam tumbuh kembang bayi. Pada tahap ini, bayi mulai belajar mengenal rasa dan tekstur makanan selain ASI. MPASI sebaiknya diberikan saat bayi berusia 6 bulan, karena pada usia tersebut sistem pencernaan bayi sudah lebih siap. Pemberian MPASI terlalu dini dapat meningkatkan risiko alergi, gangguan pencernaan, hingga tersedak.
Kapan Waktu yang Tepat Memberikan MPASI?
Sebelum memulai MPASI, Bunda perlu memperhatikan tanda-tanda kesiapan bayi, antara lain:
Mampu meraih makanan dan memasukkannya ke dalam mulut (koordinasi mata, tangan, dan mulut sudah baik)
Dapat duduk tegak tanpa atau dengan sedikit bantuan
Menunjukkan ketertarikan pada makanan orang lain
Mampu membuka mulut saat disuapi
Dapat menelan makanan tanpa mendorongnya keluar kembali
Cara Mengenalkan MPASI pada Bayi
Agar proses MPASI berjalan lancar, Bunda dapat melakukan beberapa hal berikut:
Ajak bayi makan bersama keluarga
Bayi cenderung meniru kebiasaan orang di sekitarnya. Dengan makan bersama, bayi bisa belajar cara makan yang baik. Gunakan kursi makan khusus bayi dan pastikan aman.Berikan MPASI secara bertahap
Mulailah dengan porsi kecil dan tingkatkan secara perlahan. Idealnya diberikan 2–3 kali sehari. Jangan memaksa jika bayi menolak.Beri waktu bayi untuk beradaptasi
Jika bayi menolak suatu makanan, bukan berarti ia tidak menyukainya. Coba tawarkan kembali di hari berikutnya.Biarkan bayi belajar makan sendiri
Biarkan bayi mencoba mengambil makanan sendiri sebagai bagian dari proses belajar, namun tetap dalam pengawasan untuk mencegah tersedak.Perhatikan peralatan makan
Gunakan peralatan yang aman (tidak mudah pecah). Bunda juga bisa menggunakan celemek agar bayi tetap bersih dan pilih peralatan berwarna menarik agar waktu makan lebih menyenangkan.
Panduan MPASI Berdasarkan Usia
1. Usia 6–9 bulan
ASI tetap diberikan sesuai kebutuhan
Kebutuhan energi tambahan: ±200 kkal/hari
Frekuensi: 2–3 kali makan utama + 1–2 kali camilan
Porsi: ±½ mangkuk (250 ml)
Tekstur: puree atau makanan yang dihaluskan
Contoh: kentang, wortel, brokoli, ubi, ayam, ikan, telur yang dihaluskan
2. Usia 9–12 bulan
ASI tetap dilanjutkan
Kebutuhan energi tambahan: ±300 kkal/hari
Frekuensi: 3–4 kali makan utama + 1–2 camilan
Porsi: ±½ mangkuk (250 ml)
Tekstur: cincang halus/kasar atau finger food
Contoh: bubur tim hati ayam, wortel, kacang merah, dan daging
3. Usia 12–24 bulan
ASI tetap diberikan
Kebutuhan energi tambahan: ±550 kkal/hari
Frekuensi: 3–4 kali makan utama + 1–2 camilan
Porsi: ±¾ mangkuk (250 ml)
Tekstur: makanan keluarga yang disesuaikan
Camilan sehat: buah, sayur, roti, yoghurt (tanpa tambahan gula dan garam)
Hal Penting yang Perlu Diperhatikan
Jangan memaksa bayi menghabiskan makanan
Perhatikan tanda alergi seperti ruam, muntah, diare, atau sesak napas
Jika muncul gejala alergi, segera konsultasikan ke dokter
Pastikan makanan bergizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang optimal
Dengan pemberian MPASI yang tepat, bayi dapat tumbuh sehat, aktif, dan siap mengenal berbagai jenis makanan di masa depan.
